Menanti Seseorang Yang Tak Pasti

Hembusan angin pagi yang sejuk membuat aku mengingat suatu perasaan yang lama terkubur dalam, dimana perasaanku seakan membawaku terbang bersama semua kenangan indah yang kulalui bersamanya dulu. kenangan yang telah terkubur dalam, hampir tidak pernah kuungkit ungkit dan ingin melupakannya, tapi jika dipaksa untuk kulupa, itu juga mustahil. karena ini kenangan bersejarah, kenangan termanis bagiku. mungkin kau mengangap ini aneh tapi bagiku tidak, ini adalah bukti ketulusan yang tiada duanya.

  • Menikmati Kesendirian

    Ifut Coy – Ting! Ada bunyi dari hpku. Segera kubuka dan melihat pesan. ‘Temuilah aku di toko buku dekat rumahmu saat jam 3.’ Ternyata itu pesan dari Tristan, pacarku. Hm, tidak biasa biasanya Tristan mengajakku ke toko buku. Bahkan ia melarangku untuk pergi ke toko buku dan berpenampilan seperti orang cupu saat kami masih pacaran. Tetapi, ia malah merubahku menjadi perempuan yang cantik dan feminin. Itu pun membuatku menjadi tidak nyaman. Maklum, aku banyak berubah karena aku mencintainya. Demi dia.

    Saat jam 3, aku pun bergegas pergi ke toko buku. Kubuka toko buku dengan hati-hati. Wah, sudah lama aku tidak pergi ke toko buku. Aku sangat merindukan tempat ini. Di dalamnya, Tristan sudah ada disana.

    “Mengapa mengajakku ke tempat ini, Tris?” ucapku padanya. “Aku mau kita putus. Jangan pernah berhubungan denganku lagi.” Katanya dengan nada marah. Seharusnya aku yang marah yang tiba tiba ngajak putus tanpa alasan yang jelas. Kenapa jadinya dia yang marah? “Mengapa kamu tiba tiba minta putus, Tris? Apa salahku?” kataku dengan menahan tangisan. “Pokonya aku tidak mau bertemu denganmu lagi!” katanya dengan nada membentak.null

    Aku berjalan ke rumah dengan rasa kecewa dan sedih. Aku tidak menyangka ada kejadian begini di hari ini.

    Kring kring! Hpku berbunyi lagi. Kali ini aku dapat telepon dari sahabatku. Tepat waktu! Aku sedang mau menceritakan apa yang terjadi tadi. “H-halo vin. Hiks hiks. Aku hari ini habis putus sama Tristan vi.” “Lah? Bagus dong udah putus sama dia.” “Kenapa bagus vi? Kamu jahat. Bukannya hibur aku malah bilang bagus.” “Ya bagus lah! Mau tau kenapa? Besok waktu pulang sekolah ikut aku ya. Sampai jumpa” Lalu, ia langsung mematikan teleponnya. Aku masih bingung mengapa dia senang kalau aku putus dengan Tristan? Sambil memikirkan perkataan Elvina dan pikiranku hanya terlintas untuknya, aku tidak peduli dengan Tristan lagi. Sambil memikir sampai mengantuk lalu tertidur.

    Besoknya, saat pulang sekolah, Elvina langsung menarikku dan berlari dengan semangat menuju perpustakaan. Ku langsung masuk dengan senang kesana. “Pilihlah buku buku kesukaanmu dan bacalah sampai puas.” Katanya sambil tersenyum padaku.

    Aku mulai mengambil buku dari rak atas tetapi tidak sampai karena aku pendek. Tiba-tiba, ada satu cowok yang datang kepadaku dan mengambilkanku buku itu. Jantungku berdetak sangat kencang saat melihat cowok itu. Cowok itu memberikanku buku dan aku mengucapkan terima kasih. Sepertinya ia lebih tua dariku.

    “Kamu rajin sekali ya. Bisa baca buku ensiklopedia. Ha ha ha. Oh iya, kenalkan aku Daniel.” Katanya dengan ramah. “Halo kak. Namaku Lena. Salam kenal.” Sejak perkenalan itu, aku jadi banyak bicara tentang buku buku dengan kakak itu. Ternyata, ia juga sering pergi ke perpustakaan tetapi aku tidak menyadarinya. Dia-lah yang membuat hidupku kembali menjadi ceria dan yang membuatku melupakan Tristan. Aku sangat senang sekarang. Elvina yang membuatku mengenal Daniel. Jika dia tidak mengajakku ke perpustakaan saat itu, mungkin kita tidak pernah saling mengenal.

    Beberapa bulan kemudian, aku resmi jadian dengan Daniel dan menjadi sepasang kekasih.

Angin tersebut perlahan tak terasa hembusannya, dengan perginya angin itu menjauh, semua ingatan itu kembali lagi, Dia adalah orang yang selama ini aku nanti, walau aku tidak bisa pungkiri jika dia tidak mencintaiku, aku tak peduli, banyak pengorbanan yang kulakukan untuknya agar aku bisa mendekatinya, aku tidak pernah berharap agar dia membalas cintaku, tapi jika pun dia ingin membalasnya itu tidak mungkin. hehe karena aku tau dia punya pilihan sendirii, tapi, apa salahnya jika aku berharap. mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.

Pagi itu entah kenapa aku sangat merindukannya Yopin Fernando dia adalah orang yang kumaksud, dia adalah sosok yang misterius, dingin dan seakan tak peduli, tapi entah kenapa aku sangat mencintainya. mungkin aku adalah wanita yang paling tergila gila padanya, kurasa dia mengetahuinya tapi entah kenapa dia tidak membalasnya, huhhh yopin berhentilah menghantui perasaanku, aku tau kau itu hanya mimpi bagiku dan sekarang aku tak ingin memimpikanmu, datanglah malam nanti jika kau mau, bermain, bercerita tentang 3 tahun ini, banyak sekali yang ingin kuceritakan kepadamu, terutama tentang rasa rinduku, rasa lelahku menunggumu, rasa tak akan lekang oleh waktu ini, rasa yang tak pernah kau balas.

Datanglah bersinggah ke hatikuu aku tidak memaksa kau datang sekarang, bersenang senanglah dulu di hati wanita pujaanmu, tapi ingat kau tak boleh betah disana, karena aku menunggumu disini sudah lama sekali, tapi tenang saja hati ini tidak kan diisi oleh siapapun ini khusus untukmuu, karena cuma kau lah yang aku mau, walaupun sekarang sebagai gantinya aku harus menjalani cinta sendiri dan itu tidak masalah bagikuu. karena aku akan membuktikan suatu ketulusan yang tak akan kau dapatkan dari siapapun diluar sana.

Source:http://ifutcoy.blogspot.com

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s