Pertemuan Singkat Sahabat

Hari itu tanggal 1-2 November adalah hari yang sangat berkesan dalam hidupku karena hari itu aku mengikuti jambore literasi. Di sana aku mendapat teman dari berbagai daerah.

Saat di view pertama yaitu berburu harta karun aku mendapatkan teman baru yaitu Kania dari Bogor, dan Apni dari Tasik. Aku, Kania, dan Apni berjalan menuju stand pameran untuk memecahkan teka-teki agar kami bisa mendapatkan bendera.

Sesuai dengan perintah yang ada di kertas kami harus masuk ke stand dari daerah yang huruf pertamanya adalah “G” yaitu Garut dan kami harus mencari benda yang berbentuk bulat berwarna merah. Kami pun mencari benda bulat yang berwarna merah dan Kania berhasil menemukannya. Setelah itu kami melakukan perintah-perintah selanjutnya. Namun sayang sekali sirine telah berbunyi tanda bahwa kami harus kumpul kembali di lapang.

  • Annisa Azizah si Kecil Yang Aktif Ya Bund

    Tangisanmu membawa kebahagiaan bagiku dan ibumu. Wajahmu cantik mirip ibumu. Setelah satu tahun menikah akhirnya kamu ada. Kamu yang membuat suasana rumah jadi ramai, dengan tangisanmu dan tawa ceriamu. “Annisa Azizah” yang artinya “Perempuan Mulia” nama itu kuberikan padamu. Nama yang menjadi doa untukmu, semoga kamu menjadi perempuan yang mulia akhlaknya, mulia ilmunya, mulia perkataannya, dan selalu memuliakan orang lain. Aku sangat bersyukur melihat kamu tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, cantik dan ceria.

    Saat kamu duduk di bangku SD, kamu masih manja denganku atau ibumu. Aku sangat rindu tingkah manjamu itu. Kamu suka boneka, kamu suka eskrim, kamu suka balon, kamu suka kucing, dan kamu suka bermain dengan hujan.
    Kamu tidak suka gelap, saat gelap tidak ada cahaya lalu kamu akan menangis dan menjerit, saat itu aku akan langsung memelukmu.

    Saat kamu duduk di bangku SMP, kamu sudah lebih mandiri dan berani. Kamu anak yang berpretasi dan membanggakan aku dan ibumu. Kamu sering mengikuti lomba pidato, lomba puisi, lomba menyanyi, dan kamu selalu mendapat juara.
    Kamu mulai menghabiskan waktu dengan teman-teman sekolahmu. Kamu juga sudah bercerita tentang laki-laki yang kamu sukai. Aku pernah bilang padamu
    “Kalau Nisa mau pacaran boleh, yang penting jangan sampai mengganggu belajar dan sekolahmu”
    Tapi kamu malah menjawab
    “Enggak yah, Nisa belum mau pacaran dulu. Nisa mau fokus sekolah dan punya banyak prestasi”
    Aku dan ibumu memelukmu dengan sangat erat.

    Saat kamu duduk di bangku SMA, kamu menjadi remaja yang cantik. Banyak laki-laki yang mendekatimu. Tapi kamu tidak mempedulikan mereka, kamu hanya memikirkan sekolah dan prestasimu.

    Dan saat itu adalah saat mimpi buruk itu terjadi. Ibumu yang sedang pergi ke pasar mengalami kecelakaan maut, dan itu merenggut nyawa ibumu. Aku kehilangan satu bidadariku. Kamu menangis aku memeluk menenangkanmu.

    Suatu malam kamu memelukku erat, sambil menangis kamu berkata
    “Aku sayang Ayah”
    Aku balas pelukanmu dan menghapus air matamu.
    “Kamu dan Ibumu adalah orang yang paling Ayah sayangi, dan meskipun kamu kehilangan Ibumu, kamu harus tetap tegar. Kamu harus tetap menjadi Nisa yang cerdas, ceria dan berani. Ayah selalu bersamamu, Ayah selalu mendoakanmu dan mendukungmu. Ayah sangat menyayangimu”.

    Kamu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Denyut nadimu sudah tak berasa, nafasmu tak berhembus lagi, wajahmu pucat. Aku panggil-panggil namamu, aku tepuk-tepuk pipimu, kamu diam saja tak merespon. Aku menangis memelukmu.

    Penyakit kanker itu merenggut nyawamu, aku kehilangan lagi satu bidadariku. Saat penyakit itu kambuh, aku selalu menceritakan kisah hidupmu, dan itu membuatmu merasa tenang. Dan sekarang, adalah menjadi cerita terakhirku untukmu. Kini aku hanya bisa melihat tempat peristirahatan terakhirmu, bersama ibumu di sampingmu.

    http://ifutcoy.blogspot.com

Hari kedua di Sumedang
Hari ini seluruh peserta jambore literasi diwajibkan menggunakan kostum cita-cita. Hari ini aku mengenakan kostum guru karena itu cita-citaku.
Aku dan teman-temanku berjalan menuju lapang untuk mengikuti senam pagi.

Beberapa jam kemudian…
Setelah itu kami kembali ke tenda untuk sarapan pagi.
“Hy foto yu kita udah keren pake kostum cita-cita tapi sayang kalo ga diabadikan” Ucap Almira.
“Yuk” jawab Aulia.
Selesai berfoto kami pergi ke view masing-masing.

Setibanya di view bahasa isyarat aku melihat ada yang mengenakan kostum tentara. Uhh terlihat sangat gagah seperti soo jong ki.
Aku kembali bertemu Kania di view bahasa isyarat. Aku sangat senang ketika bertemu lagi dengan Kania.
Di sana aku mendapat teman yaitu Putri Siti dari Subang. Dia baik dan juga ramah.
Di sana kami diajarkan huruf abjad bahasa isyarat dan juga pancasila.
Setelah itu Aku, Kania, dan Putri saling bertukar nomor whatsapp agar kita bisa terus berkomunikasi.

Tak terasa sekarang waktunya aku kembali ke Cianjur. Sepertinya aku akan merindukan tempat ini. Di sini aku menemukan teman baru yang amat sangat baik. Untuk Pria berpakaian Tentara kamu amat sangat tampan mengenakan kostum itu. Semoga kita bertemu lagi.

Untuk sahabatku
Kania dan Putri Walaupun pertemuan kita sangat singkat tapi aku bahagia karena kita ditakdirkan bertemu.
Aku berharap kita akan dipertemukan kembali.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s