Ketika Hujan Turun Lagi

Hujan. Pada siang menuju sore hari ini, hujan terus mengguyur tanah pertiwi. Lebih tepatnya kota saya, Jakarta. Karena saya tidak tahu apakah di belahan kota sana, hujan juga turun atau tidak.

Amazing. Itulah hal yang saya selalu rasakan tatkala hujan datang. Ya, semoga saja seperti itu dan memang seharusnya seperti itu. Di luar kejadian yang sering terjadi ketika hujan turun, misalnya angin besar yang menyebabkan pohon-pohon dan baliho tumbang, banjir, kadang longsor, macet dan sebagainya, saya selalu merasa amazing melihat hujan. Menatap tetesan hujan yang turun entah dari ketinggian berapa –karena saya tidak pernah tahu berapa ketinggian langit yang luas itu-. Atau merasakan bau hujan dan menghirupnya dalam-dalam. Mungkin aneh, tapi saya seperti merasakan suatu hawa baru yang sejuk dan jernih.

Pernah suatu kali saya tidur telentang di sebuah lapangan pada suatu malam dan mata saya menatap pada langit luas tanpa sekat. Yang saya lihat adalah betapa langit itu benar-benar tanpa batas. Mungkin dari situlah ada pepatah yang mengatakan “gantungkan cita-cita setinggi langit”. Karena memang langit itu tidak berujung dan bercita-citalah terus tanpa henti. Dan gapailah cita-cita dengan usaha yang maksimal.null

Sama seperti yang saya lihat pada malam itu, langit yang luas seperti memberikan suatu atmosfer yang berbeda. Benar-benar memanjakan mata dengan pada dimensi tanpa batas. Yang seketika mengajak kita untuk bermimpi. Karena langit itu luas dan mimpi sebanyak apapun akan tertampung. Seperti kuasa Allah yang luasnya melebihi langit dan Allah akan menampung mimpi-mimpi jika kita berusaha mengejarnya.

Kembali pada hujan. Butirannya yang terus membasahi bumi bagaikan saksi yang tak pernah putus saat penghuni bumi memanjatkan doa-doanya. Ya, karena setahu saya hujan adalah rahmat dan berdoa saat hujan adalah mustajab. Indah betul bukan segala ciptaan Allah ??

Saya jadi lebih merasakan amazing saat hujan ketika saya berada di atas gunung. Tempat yang sebelumnya belum pernah saya datangi tapi saya selalu merasa penasaran untuk hadir di sana. Dan kali pertama saya berkesempatan ke gunung, saya pun di sambut hujan deras. Hujan yang turun pada pendakian pertama saya dan di malam hari pula. Tak ayal, setelah sampai di atas gunung saya pun menangis karena kedinginan setelah beberapa jam tertimpa hujan. Dan parahnya lagi, saya tidak bisa ganti baju kering karena tas saya di bawa oleh teman yang masih ketinggalan di bawah. Kenangan pahit yang terasa manis.

Semenjak itu saya semakin suka dengan hujan. Terlebih hujan-hujan setelahnya yang menemani saya ketika di gunung. Hujan rintik-rintik yang menemani saya bersujud di pendakian saya yang kedua. Sungguh nikmat tiada terkira. Dan tidur berkawan suara hujan yang seakan berlomba-lomba menyentuh saya, tapi toh tidak bisa karena saya berada di dalam tenda. Dan banyak lagi cerita hujan saya yang selalu amazing menurut saya.

Mungkin kesenangan saya akan hujan sama seperti anak kecil yang merengek pada ibunya karena ingin main hujan. Dan ada rona bahagia yang terpancar dari wajah anak-anak kecil ketika berhasil bermain hujan meskipun dengan izin yang di paksakan dari sang ibunda.

  • Annisa Azizah si Kecil Yang Aktif Ya Bund

    Tangisanmu membawa kebahagiaan bagiku dan ibumu. Wajahmu cantik mirip ibumu. Setelah satu tahun menikah akhirnya kamu ada. Kamu yang membuat suasana rumah jadi ramai, dengan tangisanmu dan tawa ceriamu. “Annisa Azizah” yang artinya “Perempuan Mulia” nama itu kuberikan padamu. Nama yang menjadi doa untukmu, semoga kamu menjadi perempuan yang mulia akhlaknya, mulia ilmunya, mulia perkataannya, dan selalu memuliakan orang lain. Aku sangat bersyukur melihat kamu tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, cantik dan ceria.

    Saat kamu duduk di bangku SD, kamu masih manja denganku atau ibumu. Aku sangat rindu tingkah manjamu itu. Kamu suka boneka, kamu suka eskrim, kamu suka balon, kamu suka kucing, dan kamu suka bermain dengan hujan.
    Kamu tidak suka gelap, saat gelap tidak ada cahaya lalu kamu akan menangis dan menjerit, saat itu aku akan langsung memelukmu.

    Saat kamu duduk di bangku SMP, kamu sudah lebih mandiri dan berani. Kamu anak yang berpretasi dan membanggakan aku dan ibumu. Kamu sering mengikuti lomba pidato, lomba puisi, lomba menyanyi, dan kamu selalu mendapat juara.
    Kamu mulai menghabiskan waktu dengan teman-teman sekolahmu. Kamu juga sudah bercerita tentang laki-laki yang kamu sukai. Aku pernah bilang padamu
    “Kalau Nisa mau pacaran boleh, yang penting jangan sampai mengganggu belajar dan sekolahmu”
    Tapi kamu malah menjawab
    “Enggak yah, Nisa belum mau pacaran dulu. Nisa mau fokus sekolah dan punya banyak prestasi”
    Aku dan ibumu memelukmu dengan sangat erat.

    Saat kamu duduk di bangku SMA, kamu menjadi remaja yang cantik. Banyak laki-laki yang mendekatimu. Tapi kamu tidak mempedulikan mereka, kamu hanya memikirkan sekolah dan prestasimu.

    Dan saat itu adalah saat mimpi buruk itu terjadi. Ibumu yang sedang pergi ke pasar mengalami kecelakaan maut, dan itu merenggut nyawa ibumu. Aku kehilangan satu bidadariku. Kamu menangis aku memeluk menenangkanmu.

    Suatu malam kamu memelukku erat, sambil menangis kamu berkata
    “Aku sayang Ayah”
    Aku balas pelukanmu dan menghapus air matamu.
    “Kamu dan Ibumu adalah orang yang paling Ayah sayangi, dan meskipun kamu kehilangan Ibumu, kamu harus tetap tegar. Kamu harus tetap menjadi Nisa yang cerdas, ceria dan berani. Ayah selalu bersamamu, Ayah selalu mendoakanmu dan mendukungmu. Ayah sangat menyayangimu”.

    Kamu terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Denyut nadimu sudah tak berasa, nafasmu tak berhembus lagi, wajahmu pucat. Aku panggil-panggil namamu, aku tepuk-tepuk pipimu, kamu diam saja tak merespon. Aku menangis memelukmu.

    Penyakit kanker itu merenggut nyawamu, aku kehilangan lagi satu bidadariku. Saat penyakit itu kambuh, aku selalu menceritakan kisah hidupmu, dan itu membuatmu merasa tenang. Dan sekarang, adalah menjadi cerita terakhirku untukmu. Kini aku hanya bisa melihat tempat peristirahatan terakhirmu, bersama ibumu di sampingmu.

    http://ifutcoy.blogspot.com

Atau kesenangan orang-orang akan hujan yang bisa membuatnya tidur lebih lelap dari biasanya dan efeknya pasti akan menimbulkan rasa malas yang luar biasa untuk bangkit memulai aktifitas di hari yang baru. Saya pun tidak jarang merasakan hal yang sama.

Juga di sebuah film. Hujan menggambarkan suasana yang penuh romatisme. Dalam film India pun, tarian dan nyanyian orang yang sedang bersukaria sering di gambarkan pada saat hujan. Di film lain, hujan di jadikan saat untuk pasangan melakukan adegan romantis yang membuat para penonton seperti terbius ke dalam suasana tersebut.null

Kesenangan para petani yang ladang atau sawahnya menjadi subur karena air hujan atau yang mengandalkan pengairan hanya dengan air hujan. Kesenangan tukang bakso yang akan laris manis karena dagangannya bisa menambah nafsu makan siapapun yang membelinya saat hujan. Yang pasti bagi suatu daerah yang telah lama di landa kekeringan maka hujan bagaikan anugerah tak ternilai. Subhanallah. Mungkin masih sangat banyak ke-amazing-an hujan yang luput dari pantauan indera saya.

Hujan adalah rahmat yang mengairi bumi Allah tanpa pilih kasih. Jika hujan saja sudah sebuah rahmat maka setelahnya pun ada bonus Allah, yaitu pelangi. Semua orang tahu jika pelangi itu indah dengan tujuh warna yang melingkupinya. Pelangi merupakan sisa pembiasan dari air hujan dan pelangi itu hanya ada setelah hujan turun. Meskipun pelangi itu tidak selalu hadir di depan mata saya. Tapi pelangi itu selalu ada. Entah di ujung kota saya, di atas gunung tempat saya menuai hikmah, atau di tempat yang saya tidak tahu di mana keberadaannya. Tapi pelangi itu bukanlah suatu fiksi terlebih imajinasi. Karena semua orang pasti pernah melihatnya walaupun tidak selalu melihatnya ketika hujan reda.

Hujan memang selalu amazing. Dan Allah tidak pernah sia-sia menciptakan sesuatu. Jika di ibaratkan hujan adalah suatu permasalahan, maka pelangi adalah penyelesaiannya. Jika hujan di ibaratkan dengan mimpi-mimpi, maka pelangi adalah bukti nyata mimpi-mimpi itu.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s